Posted on Desember 12, 2010 by sudarianto
Need assesment SIK dilakukan dalam rangka memperoleh gambaran situasi SIK di Sulawesi Selatan. Hasil need assessment tersebut dapat digunakan untuk menyusun rencana induk pengembangan SIKDA ataupun proposal bantuan donator dalam rangka pengembangan SIKDA di Provinsi Sulawesi Selatan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan oleh tim Kelompok Kerja (Pokja) data dan informasi melakukan need assesment SIKDA ke beberapa kabupaten/ kota dalam rangka menginventarisir kondisi pengembangan SIKDA di kabupaten/ kota. Klik di sini untuk membaca Hasil Need Assesment SIK_2010
Filed under: Sistem informasi kesehatan | 1 Komentar »
Posted on November 15, 2010 by sudarianto
Penularan HIV/AIDS di Makassar mengalami peningkatan tiap tahun. Jumlahnya sudah mencapai 2.711 kasus. Penularan HIV/AIDS terbesar melalui narkoba suntik sekitar 67 persen dan penyebaran ini sangat rentan di kalangan pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza). Resiko terbesarnya terutama jika jarum suntik digunakan bergantian oleh pengguna. Jumlah ini mengalami meningkat lebih 300 kasus sejak Juni 2010 lalu. Wakil Walikota Makassar (Drs.Supomo Guntur., M.Si) mengimbau warga supaya tidak perlu malu untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat supaya penyakitnya bisa terdeteksi dan mendapat perawatan. Kesadaran memeriksakan kesehatan juga merupakan rangkaian untuk menghindari penularan. Untuk mengatasi penularan ini, kita sangat berharap kesadaran penderita untuk memeriksakan diri ke klinik VCT (Voluntary Clinic Test) yang telah disiapkan di beberapa rumah sakit.
Filed under: Uncategorized | 3 Komentar »
Posted on September 2, 2010 by sudarianto
Makassar 26 Agustus 2010, Subag Program Dinkes Prov. Sulsel melaksanakan pertemuan POKJA Data lingkup Dinkes Prov. Sulsel yang dilaksanakan di Baruga Sayang. Pertemuan tersebut dihadiri 26 peserta dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes Prov. Sulsel. Setelah membuka kegiatan secara resmi, beliau membawakan materi pertemuan dengan judul “Penguatan komitmen pengelola data di Sulsel”. Berikut beberapa cuplikan materinya; Kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan diberbagai jenjang administrasi di lingkungan dinas kesehatan menuntut kemampuan penyediaan informasi yang memiliki akurasi dan validasi tinggi baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Kualitas informasi ini di tentukan antara lain oleh kualitas perangkat keras dan perangkat lunaknya, serta yang terpenting adalah kualitas manusia yang berperan sebagai pengelola dan pengguna informasi tersebut.
Baca selebihnya »
Filed under: Sistem informasi kesehatan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Agustus 14, 2010 by sudarianto
by Akmal (BKKBN), Sudarianto (Dinkes), Sukmawati (UMI)
Program kependudukan dan KB dilaksanakan oleh pemerintah dimaksudkan untuk mengatasi masalah kependudukan di Indonesia. Pada mulanya penanganan masalah kependudukan dan KB berangkat dari masalah utama kependudukan antara lain jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan yang cukup tinggi dan penyebaran yang tidak merata.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Agustus 14, 2010 by sudarianto
Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new emerging diseases, dan merupakan pandemi pada semua kawasan, penyakit ini telah sejak lama menyita perhatian berbagai kalangan, tidak hanya terkait dengan domain kesehatan saja. Sering kali HIV/AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika anda terinfeksi HIV, anda akan dipanggil HIV positif. Ini berarti virus HIV telah masuk ke dalam aliran darah anda. Sampai saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS dan virus itu akan tetap berada dalam tubuh anda.
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Agustus 14, 2010 by sudarianto
Rasio tenaga keperawatan di Sulsel hingga tahun 2009 sebesar 94,36 per 100.000 penduduk. Namun bila dirinci menurut jenisnya maka di Sulsel, pada tahun yang sama tercatat jumlah perawat sebanyak 7.859 orang dengan jumlah lulusan terbanyak berasal dari D-3 keperawatan (58,27%) dan SPK sebesar 29,21%. Proporsi tenaga perawat 61,12% dari seluruh tenaga kesehatan. Bila dibandingkan dengan target pencapaian IIS 2010 sebesar 117,5 per 100.000 penduduk maka Sulsel belum mencapai target atau masih butuh sekitar 1.927 tenaga perawat.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | 3 Komentar »
Posted on Juli 23, 2010 by sudarianto
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di wilayah kecamatan yang melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan. Pembangunan puskesmas di tiap kecamatan memiliki peran yang sangat penting dalam memelihara kesehatan masyarakat.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Juli 23, 2010 by sudarianto
|
|
by Lasudar
 Jumlah Kecamatan yang terkena KLB pada bulan Juni sebanyak 8 di 8 Kab./ Kota di Sulsel. Dari kejadian tersebut dilaporkan sebanyak 30 penderita, yaitu 4 AFP, 23 keracunan makanan, 1 rabies, 1 tetanus toxoid, dan 1 demam berdarah. Dua diantara penderita tersebut meninggal dunia, karena rabies dan tetanus toxoid.
Jika dilihat KLB penyakit berdasarkan Kab./Kota, ada 4 Kab./Kota dilaporkan terjadi kasus AFP, yaitu Takalar, Sinjai, Jeneponto dan Luwu Utara masing-masing satu penderita. Sedangkan 23 kasus keracunan makanan terjadi di Kota Makassar, 1 kasus rabies di Kab. Luwu, 1 kasus TT di Kab. Bone dan kasus demam berdarah di Kab. Tator. Sebanyak 56,6% kasus terjadi pada perempuan dan 43,3% pada laki-laki.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan :
a. Pelacakan dan penanggulangan KLB
b. Pemberian pengobatan terhadap penderita
c. Penyelidikan epidemiologi sekitar lingkungan rumah penderita
d. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang PHBS dan penanggulangannya
e. Pengambilan dan pengiriman specimen ke BLK Surabaya untuk AFP
f. Pengambilan dan pemeriksaa specimen ke BLK Makassar. |
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Juli 8, 2010 by sudarianto
Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Kategori yang digunakan adalah: gizi lebih (z-score>+2 SD); gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD); gizi kurang (z-score<-2 SD sampai -3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD).
Sejak tahun 1992 untuk mengukur keadaan gizi anak balita digunakan standar WHO-NCHS untuk index berat badan menurut umur. Namun dari beberapa studi/survei yang melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan (BB/TB), pada umumnya, pengukuran BB/TB menunjukkan keadaan gizi kurang yang lebih jelas, dan sensitif/peka dibandingkan prevalensi berdasarkan pengukuran berat badan menurut umur seperti hasil dari pengukuran prevalensi gizi kurang menurut BB/TB (wasting) sesudah tahun 1992 berkisar antara 10 – 14 %.
Filed under: Kesehatan umum | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Juli 3, 2010 by sudarianto
Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Di negara berkembang, banyak BBLR dengan IUGR karena ibu berstatus gizi buruk, anemia, malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil.
Di Sulawesi Selatan pada tahun 2007, tercatat bahwa jumlah bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 2.416 (1,56% dari total bayi lahir) dan yang tertangani sebanyak 2.451 orang (100%), dengan kasus tertinggi terjadi di Kab. Sidrap (584 kasus) dan Kota Makassar (295 kasus) dan yang terendah di Kota Palopo (8 kasus).
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Juni 25, 2010 by sudarianto
Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari).
Penyakit diare sampai kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, walaupun secara umum angka kesakitan masih berfluktuasi, dan kematian diare yang dilaporkan oleh sarana pelayanan dan kader kesehatan mengalami penurunan namun penyakit diare ini masih sering menimbulkan KLB yang cukup banyak bahkan menimbulkan kematian.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Juni 12, 2010 by sudarianto

AKI adalah banyaknya wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu ibu melahirkan dan masa nifas. Untuk mengantisipasi masalah ini maka diperlukan terobosan-terobosan dengan mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan. Harapan kita agar bidan di desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR).
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Juni 12, 2010 by sudarianto
Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Mei 27, 2010 by sudarianto
Berdasarkan survei sentinel
, Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis Puskesmas terbanyak adalah Hypertensi, sedang Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis Rumah Sakit yaitu Kecelakaan.
Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis Puskesmas

Surveilans rutin penyakit tidak menular pada puskesmas sentinel di Sulawesi Selatan pada tahun 2008, ditemukan sebanyak 99.862 kasus penyakit tidak menular, yang terdiri dari perempuan (50.862) kasus dan laki-laki (48.449) kasus. Jumlah kematian karena PTM sebanyak 666 orang (0,7%).
Filed under: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Mei 27, 2010 by sudarianto
Di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terdapat 15 juta penderita malaria dan 30.000 orang diantaranya meninggal dunia (Survei Kesehatan Rumah Tangga/SKRT, 1995). Penyakit Malaria menyebar cukup merata di seluruh kawasan Indonesia, namun paling banyak dijumpai di luar wilayah Jawa-Bali, bahkan di beberapa tempat dapat dikatakan sebagai daerah endemis malaria. Menurut hasil pemantauan program diperkirakan sebesar 35% penduduk Indonesia tinggal di daerah endemis Malaria. Perkembangan penyakit Malaria pada beberapa tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan di semua wilayah. Di Jawa-Bali kenaikan tersebut ditandai dengan meningkatnya API sedangkan di luar Jawa-Bali ditandai dengan peningkatan AMI.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Mei 27, 2010 by sudarianto
Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari).
Penyakit diare sampai kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, walaupun secara umum angka kesakitan masih berfluktuasi, dan kematian diare yang dilaporkan oleh sarana pelayanan dan kader kesehatan mengalami penurunan namun penyakit diare ini masih sering menimbulkan KLB yang cukup banyak bahkan menimbulkan kematian.
Baca selebihnya »
Filed under: Penyakit, Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted on Mei 27, 2010 by sudarianto
Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new emerging diseases, dan merupakan pandemi pada semua kawasan, penyakit ini telah sejak lama menyita perhatian berbagai kalangan, tidak hanya terkait dengan domain kesehatan saja. Kasus penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini, di Indonesia senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Angka yang dirilis oleh Ditjen PP&PL Depkes menyebutkan bahwa hingga Desember 2007, pengidap HIV positif berjumlah 6.066 orang dengan penderita AIDS sebanyak 11.141 orang. Selama 1 dasawarsa terakhir (1997-2007) peningkatan kasus AIDS terjadi lebih 40 kali.
Baca selebihnya »
Filed under: Uncategorized | 1 Komentar »