Bersyukur Musibahnya Mati Lampu bukan Gempa ! Refleksi 1 Bulan Pemadaman Listrik

Berolah raga sepeda menjadi kegemaran disetiap pagi sebelum kekantor, menyusuri jalan-jalan kota Makassar menikmati pagi di sepanjang jalan kota Makassar tak terkecuali sepanjang Pantai losari, Benteng Rotherdam,wajah Karebosi yang baru,  Menara Bosowa,  Monumen mandala, melirik sejenak pendopo gubernur , bangunan bari Menara  Kalla dan kembali meniti jalan ratulangi buat sampai kerumah. Suasana pagi memang membawa berkah yang luar biasa buat kita insan yang bersyukur , menatap kota Makassar  disetiap pagi, ada keheningan dan kebisuan yang sesekali di iringi tarikan nafas yang dalam menyaksikan geliat pembangunan kota Makassar.

Pembangunan di Sulsel ini begitu pesatnya oleh duo Pemimpin Muda yang penuh spirit , Pak Syahrul di Propinsinya dan Pak Ilham di Kota Makassarnya, maka tak heran kalau pembangunan di Sulsel ini seperti kompetisi membuktian jati diri “ Mappaenteng Siri’, Kualleangi Tallanga na Toalia” Penataan sebuah kota metropolitan terus dilakukan,jalan layangpun jawabannya,penerapan tertib lalulintas terbaru sementara sosialisasi,jangan lagi berbelok kiri langsung ,itu salah satu aturan terbarunya.

Sudah 1 bulan lebih makassar mati lampu bergilir berbagai alasan yang tidak dapat dibantah, mulai dari mengeringnya Bakaru sampai kerusakan instalasi di Sengkang. Kota yang terus berbenah ini kemudian mengalami pemadaman bergilir 2 sampai 3 jam sehari yang bisa berlaku 2 sampai 3 kali sehari, hujatan bercampur keluhan pun berdatangan, ditujukan ke PLN langsung atau sentilan janji-janji pemimpin terpilih untuk jaminan listriknya.

Kondisi mati lampu yang sudah kita rasakan cukup lama ini dengan berbagai kerugian materil dan in materil tidak kemudian menjadikan kita terlalu jauh dalam keluhan-keluhan yang berakhir pada pemakian dan hujatan, berangkali sesekali kita perlu memunculkan pribadi kita sebagai insan yang beragama, membiasakan diri untuk selalu bersyukur kepadaNya untuk kemudian berucap “untung masih mati lampu bukan Gempa”



HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) 45 TH 2009

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati oleh jajaran kesehatan di seluruh Indonesia. Upacara peringatan HKN dilaksanakan pada tanggal 12 November 2009. Surat Edaran No. 952/Menkes/E/X/2009 tentang Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 45 Tahun 2009 kepada Para Gubernur Provinsi seluruh Indonesia. Pidato seragam tersebut dapat di download di sini SE_Gubernur_HKN_2009

Tahapan Seleksi Penerimaan CPNS Depkes 2009

Depkes RI membuka pendaftaran penerimaan CPNS tahun 2009 yang dilaksanakan secara on line melalui www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.depkes.go.id yang berlangsung tanggal 11 s/d 14 Oktober 2009.
Melakukan registrasi on line yang dapat diakses dalam website dengan memperhatikan langkah2 pengisian secara cermat an hati2. Kesalahan pengisian sehingga terjadiketidaksesuaian dengan dokumen pendukung mengakibatkan ketidaklulusan proses seleksi administrasi.
Registrasi on line akan diproses setelah berkas lamaran diterima pantia melalui PO Box di provinsi peminatan.

10 penyakit terbesar pada RS di Sulsel

Rekapan 10 penyakit rawat jalan/ rawat inap terbesar pada rumah sakit di Sulsel pada tahun 2008, baik RS pemerintah maupun RS swasta. Data ini diolah oleh Subdin Pelayanan Kesehatan dan Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang lebih lengkap dapat di download pada blog ini (publikasi).

10 peny terbesar pada RS [download]

Rasio Sarana Kesehatan terhadap 100.000 Penduduk di Sulsel

gbr puskKomponen lain pada sumber daya kesehatan yang paling penting adalah ketersedian sarana kesehatan yang cukup secara jumlah/kuantitas dan kualitas bangunan yang menggambarkan unit sarana pelayanan kesehatan yang bermutu baik bangunan utama, pendukung dan sanitasi kesehatan lingkungan. Unit pelayanan kesehatan dibagi atas beberapa kategori yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit Umum dan unit pelayanan tehnis kesehatan lainnya. Selain fasilitas pelayanan kesehatan tersebut juga dibangun dan dikembangkan fasilitas pelayanan berbasis masyarakat antara lain Pondok Bersalin Desa (Polindes).

  1. Puskesmas

Di Sulawesi Selatan pada tahun 2008, jumlah puskesmas tercatat sebanyak 395 unit dengan 1.286 puskesmas pembantu. Adapun rasio puskesmas per 100.000 penduduk sebesar 5,01 artinya rata-rata Puskesmas di Sulawesi Selatan melayani 20.000 penduduk sedangkan rasio Pustu terhadap Puskesmas yakni 3:1, artinya setiap 1 Puskesmas terdiri dari 3 Pustu.

Baca selebihnya »

Analisis kecukupan tenaga kesehatan di Sulsel

Tenaga3Tenaga kesehatan merupakan bagian terpenting dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan. Peningkatan kualitas harus menjadi prioritas utama mengingat tenaga kesehatan saat ini belum sepenuhnya berpendidikan D-III serta S-1 sedangkan yang berpendidikan SPK serta sederajat minim terhadap pelatihan tehnis, hal ini juga berkaitan dengan globalisasi dunia dan persaingan terhadap kualitas ketenagaan harus menjadi pemicu. Bila peningkatan kualitas dapat dijalankan secara bertahap maka peningkatan pelayanan kesehatan akan dapat tercapai.

Baca selebihnya »

Hati-hati Virus Via Facebook

Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak. Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya. Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut :
Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul “Sebuah Kartu untuk Anda” (Une Carte Pour Vous, atau A Card For You) begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan
CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen. Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York .
Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri. Jangan
membuka e-mail dengan judul Sebuah kartu virtual untuk Anda” (Une Carte
Virtuelle Pour Vous atau A Virtual Card For You ). Kirimkan pesan ini
kepada semua teman anda. Saya rasa bahwa sebagian besar orang, lebih suka
mendapat peringatan ini 25 kali daripada tidak sama sekali. AWAS!!! Jangan
terima kontak pti_bout_de_ chou@hotmail. com. Ini virus yang akan memformat komputer anda.

Review Kejadian KLB menurut Jenis, Tempat & Waktunya di Sulsel Tahun 2008

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Cakupan desa/ kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan KLB <24 jam adalah desa/kelurahan yang mengalami KLB dan dilakukan penyelidikan <24 jam oleh kabupaten/ kota terhadap KLB pada periode/kurun waktu tertentu.

New PicturePersentase desa/kelurahan terkena Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditangani <24 jam di Sulsel pada tahun 2008 sebesar 71,75%, artinya tersisa 28,257% kasus KLB yang belum tertangani <24 jam. Kabupaten/ kota yang memiliki kasus KLB tetapi tidak menangani 100% <24 jam adalah Kab. Barru (71,43%), Luwu (45,45%) dan Pinrang (33,33%).

Baca selebihnya »

Pendaftaran dr/drg PTT periode September 2009

Telah dibuka pendaftaran buat dr atau drg yang ingin PTT pada periode bulan september 2009 secara online

Bagi yang berminat untuk form pendaftaran bisa di klik di:
http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/dr_ptt_act.php?do=add

Adapun petunjuk pengisiannya bisa di akses melalui:
http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/petunjuk.php

sedang untuk melakukan cetak ulang form pendaftaran PTT silakan klik di:
http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/dr_ptt_ctk_ulang.php

Untuk mendownload surat pernyataan bisa di klik:

http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/Surat%20Pernyataan%20Bermaterai.doc

Semoga bisa bermanfaat dan selamat bertugas.

By azzakky

Gizi buruk di Sulsel tahun 2008

New Picture (5)Gizi buruk adalah keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) yang berada pada < -3 SD tabel baku WHO. Pada kasus gizi buruk dengan adanya gejala klinis terbagi atas 3 jenis, yaitu marasmus, kwashiorkor, dan marasmik- kwashiorkor. Jumlah kasus gizi buruk berdasarkan ke tiga jenis tersebut di Sulsel pada tahun 2008 sebanyak 95 kasus, empat kabupaten/kota dengan kasus terbanyak antara lain Bone (16 kasus), Pinrang (15 kasus), Wajo (11 kasus), dan Jeneponto sebanyak (8 kasus).

Baca selebihnya »

Cakupan kunjungan K4 di Sulsel 2008

Yaitu cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
New Picture (2) Baca selebihnya »

Derajat Kesehatan di Sulsel tahun 2008

angkaUntuk menggambarkan derajat kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Angka Kematian (Mortalitas)
a. Angka Kematian Bayi (AKB)
AKB di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukan adanya penurunan dari tahun ke tahun yaitu 55 per 1000 kelahiran hidup tahun 1996, menjadi 52 per 1000 kelahiran hidup tahun 1998, kemudian pada tahun 2003 menjadi 47 per 1000 kelahiran hidup (Surkesnas 2002-2003), sedangkan situasi pada tahun 2007, tercatat AKB di Sulsel sebesar 41 per 1000 kelahiran hidup (SDKI, 2007) namun masih lebih tinggi dari pencapaian secara nasional yakni 35 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan kematian bayi yang dilaporkan oleh Subdin Kesga Dinkes Provinsi Sulsel tahun 2008 sebesar 7,12 per 1000 kelahiran hidup (data ini hanya yang terlaporkan pada sarana kesehatan).

b. Angka Kematian Balita (AKABA)
Angka Kematian Balita (BALITA) di Sulawesi Selatan masih berfluktuasi yakni pada tahun 2000 sebesar 42,16 per 1000 kelahiran hidup, kemudian tahun 2001 sebesar 64 per 1000 kelahiran hidup dan pada tahun 2002-2003 mencapai 72 per 1000 kelahiran hidup, sementara situasi pada tahun 2007 tercatat AKABA di Sulsel sebesar 53 per 1000 kelahiran hidup, hal ini sudah berada di bawah rata-rata nasional yaitu 46 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan laporan kematian BALITA dari Subdin Kesga Dinkes Provinsi Sulsel tahun 2008 sebesar 0,15 per 1000 kelahiran hidup.

Baca selebihnya »

Pemikiran sederhana untuk mengatasi permasalahan keterlambatan data kesehatan

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Informasi ini diperoleh dari kumpulan data. Data di bidang kesehatan sampai saat ini belum tepat waktu dan keakuratnnya pun dipertanyakan. Permasalahan ini sangat klasik karena dari dulu sampai sekarang belum teratasi.

Beberapa pemikiran sederhana untuk mengatasi hal tersebut :

1. Harus ada UU/ peraturan yang mengatur sistem pencatatan atau apapun namanya, sehingga baik sarana milik pemerintah maupun swasta memiliki alur data yang jelas dan wajib di lalui. Misalnya di bidang kesehatan : Dinkes, RSU, Puskesmas, Badan/ Balai, praktek dokter, apotik dll memilki sistem pencatatan yang terintegrasi, artinya strukturnya ada kesamaan supaya sistemnya dapat terintegrasi.
2. Harus ada koordinasi antara program sehingga pencatatannya tidak berjalan sendiri-sendiri untuk mencegah pencatatan berulang di tingkat bawah. Koordinasi ini harus dimulai dari tingkat pusat karena sumber masalah ini dari sana.
3. Seluruh struktur data harus berbasis individu (pelayanan dalam gedung, sarana, tenaga, pelayanan luar gedung dll)
4. Libatkan banyak pihak.
5. Pencatatannya pada elektronik.
6. Sektor kesehatan tidak perlu terlibat langsung pada pekerjaan fisik sistem informasi, serahkan pada Depkominfo, sektor kesehatan menyusun strukturnya berdasarkan kebutuhannya.
7. Supaya biayanya murah, gunakan open source…

Tambahan dari Mas jojok
8. Harus ada komitmen.
Tambahan dari guetagguh2@gmail.com

9. Pembangunan internal kontrol
10.Adanya standar operasi prosedur yang jelas dan dipahami dgn baik oleh elemen-elemen yang ada.
11.Peningkatan kualitas SDM yang terus-menerus
12.Adanya proyeksi jangka panjang ttg target pengembangan infrastruktur kesehatan
13…. ayo + lagi..

KEPEDULIAN ITU BERNAMA “ RUMAH SAKIT SAYANG RAKYAT”

Rumah Sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan. Perbandingan antara jumlah ranjang rumah sakit dengan jumlah penduduk Indonesia masih sangat rendah. Untuk 10 ribu penduduk saja,  cuma tersedia 6 ranjang rumah sakit. Selama Abad pertengahan, rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal di zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau persinggahan musafir. Istilah hospital (rumah sakit) berasal dari kata Latin, hospes (tuan rumah), yang juga menjadi akar kata hotel dan hospitality (keramahan).

Baca selebihnya »

MANAJEMEN OBAT

PENCATATAN DAN PELAPORAN PEMAKAIAN OBAT DI PUSKESMAS BONTOMARANNU KAB. GOWA

Pengelolaan obat di sektor pemerintah yang di biayai melalui beberapa sumber dana, hingga saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan obat di unit-unit pelayanan kesehatan. Selain faktor dana, ketidak cukupan obat-obatan tersebut dipengaruhi pula oleh berbagai masalah pada beberapa aspek pengelolaan obat.

Baca selebihnya »

PERANAN PETUGAS SANITASI

MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA PALLANGGA WILAYAH PUSKESMAS KAMPILI KEC. PALLANGGA KAB.GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Eluruh wilayah indonesia mempeunyai resiko penularan penyakit ini karena nyamuk penularannya adalah Adedes aegepty tersebar luas di seluruh pelosok tanah air. Kasusnya cenderung meningkat dan semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Penyakit DBD ditemukan pertama kali di Surabaya dan jakarta pada tahun 1968, kemudian pada tahun 1972/1973 mewabah lagi di Jakarta, Surabaya, Semarang, Padang dan Bali (Suroso,1996). Sejak pertama kali ditemukan jumlahnya menunjukkan peningkatan baik dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadis selalu terjadi kejadian luar biasa (KLB) sertiap tahun.

Baca selebihnya »

PENGETAHUAN DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA

Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada pembuangan tinja merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas. Penyediaan sarana pembuangan tinja masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan prilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.

          Baca selebihnya »