Need Assessment SIKDA Prov. Sulawesi Selatan 2010

Need assesment SIK dilakukan dalam rangka memperoleh gambaran situasi SIK di Sulawesi Selatan. Hasil need assessment tersebut dapat digunakan untuk menyusun rencana induk pengembangan SIKDA ataupun proposal bantuan donator dalam rangka pengembangan SIKDA di Provinsi Sulawesi Selatan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan oleh tim Kelompok Kerja (Pokja) data dan informasi melakukan need assesment SIKDA ke beberapa kabupaten/ kota dalam rangka menginventarisir kondisi pengembangan SIKDA di kabupaten/ kota.   Klik di sini untuk membaca Hasil Need Assesment SIK_2010

Penderita HIV/AIDS di Kota Makassar kini berjumlah 2.711 kasus

Penularan HIV/AIDS di Makassar mengalami peningkatan tiap tahun. Jumlahnya sudah mencapai 2.711 kasus.  Penularan HIV/AIDS terbesar melalui narkoba suntik sekitar 67 persen dan penyebaran ini sangat rentan di kalangan pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza). Resiko terbesarnya terutama jika jarum suntik digunakan bergantian oleh pengguna.  Jumlah ini mengalami meningkat lebih 300 kasus sejak Juni 2010 lalu.  Wakil Walikota Makassar (Drs.Supomo Guntur., M.Si) mengimbau warga supaya tidak perlu malu untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat supaya penyakitnya bisa terdeteksi dan mendapat perawatan.  Kesadaran memeriksakan kesehatan juga merupakan rangkaian untuk menghindari penularan.  Untuk mengatasi penularan ini, kita sangat berharap kesadaran penderita untuk memeriksakan diri ke klinik VCT (Voluntary Clinic Test) yang telah disiapkan di beberapa rumah sakit.

Penguatan Komitmen Pengelola Data Lingkup Dinkes Prov. Sulsel

Makassar 26 Agustus 2010, Subag Program Dinkes Prov. Sulsel melaksanakan pertemuan POKJA Data lingkup Dinkes Prov. Sulsel yang dilaksanakan di Baruga Sayang. Pertemuan tersebut dihadiri 26 peserta dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes Prov. Sulsel. Setelah membuka kegiatan secara resmi, beliau membawakan materi pertemuan dengan judul “Penguatan komitmen pengelola data di Sulsel”. Berikut beberapa cuplikan materinya; Kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan diberbagai jenjang administrasi di lingkungan dinas kesehatan menuntut kemampuan penyediaan informasi yang memiliki akurasi dan validasi tinggi baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Kualitas informasi ini di tentukan antara lain oleh kualitas perangkat keras dan perangkat lunaknya, serta yang terpenting adalah kualitas manusia yang berperan sebagai pengelola dan pengguna informasi tersebut.
Baca lebih lanjut

Kepedulian terhadap Unmet Need KB di Prov.Sulawesi Selatan

 by Akmal (BKKBN), Sudarianto (Dinkes), Sukmawati (UMI)
Program kependudukan dan KB dilaksanakan oleh pemerintah dimaksudkan untuk mengatasi masalah kependudukan di Indonesia. Pada mulanya penanganan masalah kependudukan dan KB berangkat dari masalah utama kependudukan antara lain  jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan yang cukup tinggi dan penyebaran yang tidak merata.
Baca lebih lanjut

Penyakit HIV/AIDS, Kemunculannya seperti Fenomena Gunung Es

Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new emerging diseases, dan merupakan pandemi pada semua kawasan, penyakit ini telah sejak lama menyita perhatian berbagai kalangan, tidak hanya terkait dengan domain kesehatan saja. Sering kali HIV/AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika anda terinfeksi HIV, anda akan dipanggil HIV positif. Ini berarti virus HIV telah masuk ke dalam aliran darah anda. Sampai saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS dan virus itu akan tetap berada dalam tubuh anda.

Sulsel masih butuh 1.927 tenaga perawat dan 5.497 tenaga bidan

Rasio tenaga keperawatan di Sulsel hingga tahun 2009 sebesar 94,36 per 100.000 penduduk. Namun bila dirinci menurut jenisnya maka di Sulsel, pada tahun yang sama tercatat jumlah perawat sebanyak 7.859 orang dengan jumlah lulusan terbanyak berasal dari D-3 keperawatan (58,27%) dan SPK sebesar 29,21%. Proporsi tenaga perawat 61,12% dari seluruh tenaga kesehatan. Bila dibandingkan dengan target pencapaian IIS 2010 sebesar 117,5 per 100.000 penduduk maka Sulsel belum mencapai target atau masih butuh sekitar 1.927 tenaga perawat.
Baca lebih lanjut

Jumlah Puskesmas di Sulsel per Juni 2010 tercatat 412 unit

 Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di wilayah kecamatan yang melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan. Pembangunan puskesmas di tiap kecamatan memiliki peran yang sangat penting dalam memelihara kesehatan masyarakat.
Baca lebih lanjut
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.