Nasib Perokok Pasif

Asap yang timbul dari rokok dibedakan atas 2 jenis, yaitu asap utama (main-stream) berupa asap yang dihisap dan kemudian dihembuskan oleh perokok, dan asap sampingan (side-stream) yaitu asap hasil pembakaran rokok itu sendiri. Asap rokok sampingan (side-stream) ternyata lebih berbahaya, karena hampir semua zat-zat toksiknya memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, antara lain nikotin (2 x lipat), tar (3 x lipat), dan CO (5 x lipat) dibandingkan dengan asap utama (main-stream). Asap yang dihasilkan tersebut membentuk lingkungan berasap tembakau atau Environmental Tobacco Smoke (ETS). WHO mendefinisikan perokok pasif sebagai orang tidak merokok yang terpapar ETS minimal 15 menit perhari.
Menurut data SUSENAS (2001), prevalensi perokok pasif di Indonesia sebesar 48% atau http://www.facebook.com/l/a6892;97.560.002 pensduduk, yaitu laki-laki 31% dan pada wanita 66%, dan prevalensi perokok pasif tertinggi pada kelompok umur balita dan anak, yaitu sekita 70% baik pada laiki-laki maupun pada wanita.
Perokok passif mempunyai risiko kesehatan yang sama dengan perokok aktif, antara lain risiko gangguan kardiovaskuler, kanker paru, dan gangguan saluran napas seperti PPOK, bronkhitis, asma, gangguan pada organ reproduksi, serta penyakit lainnya.
Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa wanita yang terpapar asap rokok dari anggota keluarga lain di rumah (perokok pasif) berisiko 20 – 30% lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru, sedangkan paparan ETS di tempat kerja menongkatkan risiko 16 – 19% lebih tinggi. Juga terjadi peningkatan insiden kanker payudara pada perokok pasif wanita usia pre-menopaus.
Sumber : Magister Epidemiologi UNHAS

BIDAN MEMETAKAN MASALAH KESEHATAN

Seorang bidan desa (St.Aminah), mendapatkan penghargaan “Srikandi Award 2009, MDGs 4″; Sebelum menjalankan programnya, Siti Aminah membuat pemetaan masalah dengan metode ‘geo-medic mapping’, pemetaan masalah per RT (rukun tetangga) dengan menggunakan kader2 siaga di tiap RT dalam wilayah kerja puskesmas.

Sistemnya, tiap kader mendapat biaya http://www.facebook.com/l/91331;Rp.25.000,- per bulan untuk komunikasi ke puskesmas, para kader akan memberikan informasi terkait berbagai masalah kesehatan, diantaranya ibu melahirkan dengan risiko tinggi, ibu melahirkan dengan berat bayi di bawah dua kg, gizi buruk, ibu hamil tak mau ke puskesmas, hingga anak balita tak mau dibawa ke puskesmas.

Dengan adanya informasi yang masuk, baik lewat telepon maupun pesan singkat (SMS), status gizi dan kesehatan masyarakat bisa terpantau.

Hasilnya, ada peningkatan tinggi fundus ibu hamil, berat badan bayi terus naik, laporan bayi yang lahir di bawah 2 kg bisa ditangani (sekitar dua minggu kemudian bayi tsb berat badannya naik 3 kg).
Dari sistim informasi tsb bahwa persoalan dominan di daerah itu (wilayah kerja puskesmas Loa Janan, Kutai Kertanegara) adalah gizi buruk.

“Dengan geomedic mapping” sebaran masalah kesehatan bisa terlihat, analisis masalah menjadi lebih mudah dilakukan dan makin cepat diambil tindakan.
Sumber : Magister epidemiologi UNHAS

Reuni akbar alumni pendidikan kesehatan lingkungan

Latar Belakang Pelaksanaan :

Sudah 40 th (1970-2010) berdirinya pendidikan kesehatan lingkungan di Makassar yang telah melahirkan beberapa alumni. Sebagai institusi pendidikan kesehatan yg telah menghasilkan alumni tersebar di Indonesia, khususnya kawasan timur Indonesia menjadi pelopor tenaga sanitarian dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Sering dengan perkembangan yang terjadi dari struktur dan kebijakan pada beberapa bagian di lingkungan kerja masing-masing alumni, kesibukan profesi adalah kondisi yang turut mempengaruhi adanya jarak dan melemahnya hubungan diantara kita. Untuk itu reuni adalah salah satu wadah silaturrahmi merekatkan kembali ikatan yang telah renggang.

Baca selebihnya »

21 orang meninggal di Sulsel pada tahun 2009 karena KLB penyakit

Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kurung waktu bulan Januari – Desember 2008 berdasarkan laporan W1 dan Laporan Bulanan STP-KLB yang diterima Sub Dinas Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dari Dinkes kab/kota se Sulawesi Selatan sebanyak 144 kali kejadian, dengan jumlah sebanyak 1.426 orang dan disertai kematian sebanyak 40 penderita (CFR=2,81%) dari 11 (sebelas) jenis penyakit penyebab KLB yang dilaporkan. Bila dibandingkan tahun 2007 periode yang sama jumlah jenis penyakit penyebab KLB tahun 2008 menurun sebesar 15,38%, jumlah penderita mengalami peningkatan sebesar 8,20%,  sedangkan angka kematian kasus (CFR) akibat KLB juga mengalami penurunan sebesar 0,78%.

Sedangkan pada tahun 2009, terdapat 21 orang meninggal dunia karena KLB penyakit, antara lain rabies (2 orang), marasmus (2 orang), marasmus-kwasihorkor (1 orang), diare (7 orang), DBD (6 orang), TN (2 orang) dan keracunan makanan (1 orang).

Pelantikan Pejabat Eselon IV Dinkes Prov. Sulsel

Pada hari Senin Tanggal 18 Januari 2010 telah dilantik pejabat Eselon IV di jajaran Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan.

Sekretariat Dinkes Prov. Sulsel : 1)Sub Umum & Kepegawaian : Drs. Max Paembonan; 2)Sub Program : Asma, SKM, M.Kes; 3)Sub Keuangan : Mahatma Kahar, SE, M.Kes.

Bidang Bina Pelayanan Kesehatan : 1)Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar  : dr. H. Hamsah Bakri, MA; 2)Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan : drg. Susilih Ekowati, MS; 3)Seksi Pelayanan Kesehatan Pengembangan & Penunjang : drg. Hj. Dyah Listiana, M.Kes.

Bidang P2PL :1)Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi & Kes. Matra : dr. Erwan TS; 2)Seksi Penanggulangan Penyakit : Pagolori, SKM, M.Kes; 3)Seksi Penyehatan Lingkungan : Drs. Muslim Rasyid.

Bidang Bina Kesehatan Masyarakat : 1)Seksi Kesehatan Keluarga : dr. Nurul, M.Kes; 2)Seksi Gizi Masyarakat : Astati Madeamin, SKG, M.Kes; 3) Seksi Promkes & Pemberdayaan Masyarakat : Drs. Haryamin, M.Kes.

Bidang Bina Pengembangan SDM : 1)Pembiayaan & Jaminan Kesehatan : Rahmat Jaya, SKM, M.Kes; 2)Seksi Pengembangan Sarana & Tenaga Kesehatan : Daud Latif, SKM; 3)Seksi Farmasi, Makanan, Minuman & Alat Kesehatan : drg.Nurdaona.

Waspada Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1958. Sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Mulai saat itu, penyakit ini pun menyebar luas ke seluruh penjuru Indonesia. KLB terjadi pada tahun 1998, dimana Departemen Kesehatan RI mencatat sebanyak 2.133 korban terjangkit penyakit ini dengan jumlah korban meninggal 1.414 jiwa.

Sampai sekarang belum ada vaksin pencegah penyakit Demam Berdarah. Hingga saat ini dunia kedokteran belum menemukan vaksin pencegah penyakit mematikan ini. Pencegahan harus terus dilakukan, terutama di musim pancaroba dan musim hujan karena biasanya di waktu inilah daya tahan manusia menurun dan mudah terjangkit penyakit (DBD).

Nyamuk Aedes aegepty tidak dapat berkembang biak di genangan air yang langsung berhubungan dengan tanah.
Saat nyamuk tsb sdh siap bertelur, maka akan mencari tempat-tempat penampungan air bersih di sekitar rumah yang tidak berhubungan langsung dengan tanah, seperti bak air dan vas bunga. Masyarakat juga disarankan untuk tidak menggantung pakaian di dalam rumah karena di tempat inilah biasanya nyamuk Aedes aegepty beristirahat dan membuat telur.

Baca selebihnya »

Satu anak penderita lumpuh layuh meninggal di Sulsel pada bulan Desember 2009

AFP (lumpuh layuh mendadak) yaitu gejala lumpuh yang terjadi secara cepat dengan sifat kelumpuhannya adalah lemas (layuh/ paralitik) yang tidak disebabkan oleh ruda paksa. Sifat akut diartikan dengan lama waktu mulai sakit demam, pilek sampai dengan lumpuh berlangsung cepat berkisar antara 1-14 hari. Penemuan kasus lumpuh layuh
mendadak pada anak usia <15 tahun ditujukan untuk membuktikan ada atau tidaknya virus polio liar di Indonesia.

Apabila kasus AFP ditemukan lebih 2 setiap 100.000 penduduk usia < 15 tahun berati kalau ada kasus polio pasti juga ditemukan. Tetapi kalau kurang dari 2/100.000, dikahawatirkan adanya polio yang lolos dari pemantauan kita.

Kasus AFP yang dilaporkan di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 26 kasus yang antara lain ditemukan di Kota Palopo (6 kasus), Kab. Gowa (5 kasus), Barru dan Bone (3 kasus), Bulukumba dan Wajo masing-masing (2 kasus), Takalar, Maros, Enrekang, Luwu Utara dan Parepare masing-masing (1 kasus).

Sedangkan pada buan Desember 2009, oleh Seksi Pengamatan Penyakit Dinkes Prov. Susel melaporkan bahwa ada 4 penemuan kasus AFP di 4 kabupaten, 1 di Kab.Barru, 1 kasus di Kab. Buukumba, 1 kasus di Kab. Gowa dan 1 kasus di Kab. Sidrap. Dari empat kasus tersebut, 1 orang diantaranya meninggal dunia.

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009

Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Disamping itu kejadian kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Angka kematian pada umumnya dapat dihitung dengan melakukan berbagai survei dan penelitian.

Baca selebihnya »

Bersyukur Musibahnya Mati Lampu bukan Gempa ! Refleksi 1 Bulan Pemadaman Listrik

Berolah raga sepeda menjadi kegemaran disetiap pagi sebelum kekantor, menyusuri jalan-jalan kota Makassar menikmati pagi di sepanjang jalan kota Makassar tak terkecuali sepanjang Pantai losari, Benteng Rotherdam,wajah Karebosi yang baru,  Menara Bosowa,  Monumen mandala, melirik sejenak pendopo gubernur , bangunan bari Menara  Kalla dan kembali meniti jalan ratulangi buat sampai kerumah. Suasana pagi memang membawa berkah yang luar biasa buat kita insan yang bersyukur , menatap kota Makassar  disetiap pagi, ada keheningan dan kebisuan yang sesekali di iringi tarikan nafas yang dalam menyaksikan geliat pembangunan kota Makassar.

Pembangunan di Sulsel ini begitu pesatnya oleh duo Pemimpin Muda yang penuh spirit , Pak Syahrul di Propinsinya dan Pak Ilham di Kota Makassarnya, maka tak heran kalau pembangunan di Sulsel ini seperti kompetisi membuktian jati diri “ Mappaenteng Siri’, Kualleangi Tallanga na Toalia” Penataan sebuah kota metropolitan terus dilakukan,jalan layangpun jawabannya,penerapan tertib lalulintas terbaru sementara sosialisasi,jangan lagi berbelok kiri langsung ,itu salah satu aturan terbarunya.

Sudah 1 bulan lebih makassar mati lampu bergilir berbagai alasan yang tidak dapat dibantah, mulai dari mengeringnya Bakaru sampai kerusakan instalasi di Sengkang. Kota yang terus berbenah ini kemudian mengalami pemadaman bergilir 2 sampai 3 jam sehari yang bisa berlaku 2 sampai 3 kali sehari, hujatan bercampur keluhan pun berdatangan, ditujukan ke PLN langsung atau sentilan janji-janji pemimpin terpilih untuk jaminan listriknya.

Kondisi mati lampu yang sudah kita rasakan cukup lama ini dengan berbagai kerugian materil dan in materil tidak kemudian menjadikan kita terlalu jauh dalam keluhan-keluhan yang berakhir pada pemakian dan hujatan, berangkali sesekali kita perlu memunculkan pribadi kita sebagai insan yang beragama, membiasakan diri untuk selalu bersyukur kepadaNya untuk kemudian berucap “untung masih mati lampu bukan Gempa”



HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) 45 TH 2009

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati oleh jajaran kesehatan di seluruh Indonesia. Upacara peringatan HKN dilaksanakan pada tanggal 12 November 2009. Surat Edaran No. 952/Menkes/E/X/2009 tentang Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 45 Tahun 2009 kepada Para Gubernur Provinsi seluruh Indonesia. Pidato seragam tersebut dapat di download di sini SE_Gubernur_HKN_2009

Tahapan Seleksi Penerimaan CPNS Depkes 2009

Depkes RI membuka pendaftaran penerimaan CPNS tahun 2009 yang dilaksanakan secara on line melalui www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.depkes.go.id yang berlangsung tanggal 11 s/d 14 Oktober 2009.
Melakukan registrasi on line yang dapat diakses dalam website dengan memperhatikan langkah2 pengisian secara cermat an hati2. Kesalahan pengisian sehingga terjadiketidaksesuaian dengan dokumen pendukung mengakibatkan ketidaklulusan proses seleksi administrasi.
Registrasi on line akan diproses setelah berkas lamaran diterima pantia melalui PO Box di provinsi peminatan.

10 penyakit terbesar pada RS di Sulsel

Rekapan 10 penyakit rawat jalan/ rawat inap terbesar pada rumah sakit di Sulsel pada tahun 2008, baik RS pemerintah maupun RS swasta. Data ini diolah oleh Subdin Pelayanan Kesehatan dan Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang lebih lengkap dapat di download pada blog ini (publikasi).

10 peny terbesar pada RS [download]

Rasio Sarana Kesehatan terhadap 100.000 Penduduk di Sulsel

gbr puskKomponen lain pada sumber daya kesehatan yang paling penting adalah ketersedian sarana kesehatan yang cukup secara jumlah/kuantitas dan kualitas bangunan yang menggambarkan unit sarana pelayanan kesehatan yang bermutu baik bangunan utama, pendukung dan sanitasi kesehatan lingkungan. Unit pelayanan kesehatan dibagi atas beberapa kategori yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit Umum dan unit pelayanan tehnis kesehatan lainnya. Selain fasilitas pelayanan kesehatan tersebut juga dibangun dan dikembangkan fasilitas pelayanan berbasis masyarakat antara lain Pondok Bersalin Desa (Polindes).

  1. Puskesmas

Di Sulawesi Selatan pada tahun 2008, jumlah puskesmas tercatat sebanyak 395 unit dengan 1.286 puskesmas pembantu. Adapun rasio puskesmas per 100.000 penduduk sebesar 5,01 artinya rata-rata Puskesmas di Sulawesi Selatan melayani 20.000 penduduk sedangkan rasio Pustu terhadap Puskesmas yakni 3:1, artinya setiap 1 Puskesmas terdiri dari 3 Pustu.

Baca selebihnya »

Analisis kecukupan tenaga kesehatan di Sulsel

Tenaga3Tenaga kesehatan merupakan bagian terpenting dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan. Peningkatan kualitas harus menjadi prioritas utama mengingat tenaga kesehatan saat ini belum sepenuhnya berpendidikan D-III serta S-1 sedangkan yang berpendidikan SPK serta sederajat minim terhadap pelatihan tehnis, hal ini juga berkaitan dengan globalisasi dunia dan persaingan terhadap kualitas ketenagaan harus menjadi pemicu. Bila peningkatan kualitas dapat dijalankan secara bertahap maka peningkatan pelayanan kesehatan akan dapat tercapai.

Baca selebihnya »

Hati-hati Virus Via Facebook

Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak. Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya. Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut :
Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul “Sebuah Kartu untuk Anda” (Une Carte Pour Vous, atau A Card For You) begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan
CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen. Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York .
Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri. Jangan
membuka e-mail dengan judul Sebuah kartu virtual untuk Anda” (Une Carte
Virtuelle Pour Vous atau A Virtual Card For You ). Kirimkan pesan ini
kepada semua teman anda. Saya rasa bahwa sebagian besar orang, lebih suka
mendapat peringatan ini 25 kali daripada tidak sama sekali. AWAS!!! Jangan
terima kontak pti_bout_de_ chou@hotmail. com. Ini virus yang akan memformat komputer anda.

Review Kejadian KLB menurut Jenis, Tempat & Waktunya di Sulsel Tahun 2008

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Cakupan desa/ kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan KLB <24 jam adalah desa/kelurahan yang mengalami KLB dan dilakukan penyelidikan <24 jam oleh kabupaten/ kota terhadap KLB pada periode/kurun waktu tertentu.

New PicturePersentase desa/kelurahan terkena Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditangani <24 jam di Sulsel pada tahun 2008 sebesar 71,75%, artinya tersisa 28,257% kasus KLB yang belum tertangani <24 jam. Kabupaten/ kota yang memiliki kasus KLB tetapi tidak menangani 100% <24 jam adalah Kab. Barru (71,43%), Luwu (45,45%) dan Pinrang (33,33%).

Baca selebihnya »

Pendaftaran dr/drg PTT periode September 2009

Telah dibuka pendaftaran buat dr atau drg yang ingin PTT pada periode bulan september 2009 secara online

Bagi yang berminat untuk form pendaftaran bisa di klik di:

http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/dr_ptt_act.php?do=add

Adapun petunjuk pengisiannya bisa di akses melalui:

http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/petunjuk.php

sedang untuk melakukan cetak ulang form pendaftaran PTT silakan klik di:

http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/dr_ptt_ctk_ulang.php

Untuk mendownload surat pernyataan bisa di klik:

http://www.ropeg-depkes.or.id/simpeg_ptt/Surat%20Pernyataan%20Bermaterai.doc

Semoga bisa bermanfaat dan selamat bertugas.

By azzakky