Makassar menjelang musim hujan, hati2 DBD

Makassar memasuki awal musim hujan tahun ini, masyarakat harus waspada mebersihkan lingkungannya, membalik atau menanam bekas2 kaleng yang dapat img0070amenampung air, menutup penampungan air, dan rajin menguras bak mandi sebagai bakal tempat bersarang dan berkembang biaknya vektor penyakit DBD, yaitu nyamuk aedes aegepty. Penyakit DBD ini disebabkan oleh virus dengue, yang menyebabkan gangguan sistem pertahanan tubuh yang mengakibatkan menurunnya jumlah dan fungsi sel pembeku darah serta gangguan pada pembuluh darah.

Berita tribun-timur tanggal 3 November 2008, nyamuk Aedes Agepty di Sungguminasa mulai memperlihatkan keganasannya. Seorang bocah, Siti (3), warga Jl Masjid Istiqamah, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, meninggal terserang DBD, Sabtu (1/11). Siti meninggal di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Makassar setelah sempat menjalani perawatan lebih sehari. Anak pasangan Harun dan Niar ini dilarikan ke RS setelah Siti mengalami panas tinggi disertai bercak merah di seluruh tubuhnya, Jumat (31/10). “Ia tak henti-hentinya mimisan. Kata dokter, anak saya sudah parah keadaannya. Tak lama kemudian, anak saya meninggal dunia,” kata Harun. Sebelum dibawa ke RS, Siti sempat demam selama dua hari dan pihak keluarga mengira hanya terkena sarampa.”Saya tidak tahu kalau itu demam berdarah, saya kira sarampaji, tahu-tahunya dokter bilang positif DBD,” jelasnya. Kejadian sempat menghebohkan warga sekitar. Seorang tokoh pemuda setempat, Ilham, meminta dinas kesehatan turun tangan melakukan penyemprotan. Masyarakat sekitar, katanya, khawatir nyamuk demam berdarah banyak berkeliaran di daerah tersebut. Segera Fogging Kasubdin Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Gowa Abidin Yaman yang dikonfirmasi terkait kematian Siti akibat DBD mengaku sudah mendengar hal tersebut. Karena itu, beberapa staf diperintahkan melakukan pelacakan untuk memastikan terkena DBD atau tidak. Dia mengatakan, status penderita memang meninggal dunia akibat virus nyamuk aedes aegypti. Dipastikan wilayah itu sudah masuk dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB) yang harus diwaspadai. Karena itu,Abidin menjamin Dinkes segera melakukan fogging di daerah guna mencegah terjadinya DBD. Dalam kesempatan itu, Abidin juga mengimbau masyarakat senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan. Apalagi, penderita DBD biasanya meningkat jika memasuki puncak curah hujan tinggi”.

Gejala DBD – Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak bintik-bintik merah pada kulit, kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan), mungkin terjadi muntah atau berak darah, sering terasa nyeri di ulu hati, bila sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kakinya dingin, serta berkeringat.

Pertolongan Pertama – Istirahat, memberi minum sebanyak mungkin, kompres dengan air hangat kuku, beri obat turun panas, selanjutnya penderita segera dibawa ke dokter/puskesmas terdekat untuk diperiksa

Ada baiknya kita tau sedikit mengenal cara penularan penyakit demam berdarah, mengingat penyakit tsb akhir-akhir ini menjadi wabah dan ketakutan bagi masyarakat kita
a. Penyakit DBD ditularkan melalui vector yaitu nyamuk Aedes Agepty (“AA”). Ciri khas nyamuk ini seperti yang kita sudah sering lihat adalah banyak bercak2 putih di tubuh dan kakinya. Kemampuan terbang AA umumnya maksimum 2.5 m saja, tapi jika terbawa masuk dalam lift, mungkin saja ditemukan ada di lant ai gedung pencakar langit di Jakarta ini, j adi hati2 jika ada nyamuk disekitar kita pada waktu kita di kantor.
b. AA dapat menggigit berulang-ulang (pada beberapa orang) samp ai tangki penyimpanan darah dalam tubuhnya penuh, hal itu dilakukannya dari waktu pagi samp ai dengan sore hari, j adi tidak heran kenapa anak-anak banyak yang terkena DBD, karena merekalah yang paling banyak tidur siang pada saat jam aktifnya AA. Tingkah polah AA agak mirip dengan kebanyakan manusia, mereka aktif pada jam kerja dan pada malam hari hingga pagi mereka istirahat (tidur).
c. AA menularkan DBD kepada manusia pada saat dia menusuk dan menghisap darah, AA mengeluarkan suatu jenis enzyme yang berfungsi untuk mengencerkan darah selama proses pemindahan dari tubuh manusia ke dalam perutnya, dan di dalam enzyme itulah terdapat virus DBD.
d. Ternyata, tidak setiap orang yang dihisap darahnya oleh AA pasti terinfeksi virus DBD, jika daya tahan tubuh kita b ai k, maka besar kemungkinannya kita tidak tertular penyakit itu, tetapi jika daya tahan tubuh sedang lemah, sangat mungkin terinfeksi. Faktor daya tahan tubuh ini pula yang menyebabkan kenapa korban banyak pula dari golongan umum belia (balita), karena umumnya balita sulit makan j adi kemungkinan besar mempengaruhi daya tahan tubuhnya. Kita dapat meningkatkan konsumsi buah2an yang banyak mengandung vitamin c.
e. Apabila penderita DBD digigit oleh nyamuk selain AA maka virus DBD tidak akan ditularkan melalui nyamuk tersebut karena virus DBD hanya dapat hidup di dalam tubuh AA (setidaknya informasi ini cukup melegakan).Karena nyamuk AA beroperasi dari pagi sampai sore hari, jadi kita sebaiknya kita tetap menyemprot obat nyamuk di seluruh rumah, bisa pakai nyamuk bakar atau lotion anti nyamuk juga perlu diberikan kepada si kecil.
Apa yang harus diperhatikan oleh masyarakat ?
1. img0066a Kuras bak mandi sekali seminggu.
2. img0067aTanam kaleng2 bekas, atau bejana yang dapat menampung air.
3. img0069aTutup peampungan air.

2 Tanggapan

  1. Yups…setuju pak, dengan berkah hujan ini tdk justru buat kita lupa untuk melihat sisi lainnya…DBD, taun lalu anak saya kena dua-duanya dan dirawat di rumah sakit…bagaimana dengan anaknya pak,pernah kena juga ya…

  2. Tidakji, keluarji darah dari hidung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: