Kesulitan dibalik aplikasi SIKNAS

Pada bulan oktober 2008 yang lalu, telah dilaksanakan sosialisasi muatan data SIKNAS online untuk wilayah timur Indonesia yang penyelenggaraannya dilaksanakan di Makassar dengan peserta meliputi pengelola SIKNAS Sulawesi, Maluku dan Papua. Tidak terasa satu bulan telah berlalu, belum ada pengelola SIKNAS kab./kota di Sulsel yang meng up date datanya di aplikasi tersebut, kecuali pada SPM. Kenapa……….? Bagi saya, untuk mengoperasikan aplikasi SIKNAS online tidak sulit amat. Walaupn belum sempat menanyakan ke pengelola kab/kota, tapi saya yaki dengan kemampuan mereka tidak akan kesulitan mengoperasikan aplikasi tersebut. Sedangkn untuk membuka aplikasi tersebut pada jaringan intranet cukup lumayan, walaupun pengelola SIKNAS kab./kota selalu mengeluhkan tentang lambatnya untuk mengakses internet. Tapi perlu diketahui bahwa tujua utama dibangunnya jaringan itu adalah untuk mempercepat komunikasi data, yaitu sebagai jembatan up date aplikasi SIKNAS online. Terus…….. kesulitannya di mana ???? Kesulitannya terletak pada angka-angka yang akan dientri pada aplikasi tersebut, sulit mendapatkannya. Hal ini yang menjadi masalah bagi pengelola SIKNAS di kab./kota. Sampai dengan saat ini masih kebanyakan merekap (melidi) data dari fasilitas kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, kemudian dimasukkan ke aplikasi. Lalu …… apa yang sebaiknya dilakukan di daerah untuk mendukung aplikasi tersebut ? Dinkes kab./kota sebaiknya bekerjasama dengan PEMDA untuk megembangkan sistem ke kecamatan atau unit kesehatan lainnya. Tetapi harus memegang prinsip recording, bukan reporting. Artinya menginput data individu secara record. Dengan sistem ini dapat mensupport kebutuhan siapa saja, dengan bentuk format bagaimanapun , datanya tersedia.

8 Tanggapan

  1. Makanya, kalo rekruit PNS itu yang memadai…. Utamakan SDM nya dong

  2. Masalahnya bukan dari siapa-siapa….tergantung niatnya saja koq!!!

  3. Terima kasih komentar arhizt, permasalahannya bukan hanya pada SDM, tetapi terkait2 dengan program pada bidang kesehatan, masing2 mempunyai format data dan puskesmas merupakan sasaran yang sangat terbebani dari sekian banyak format tersebut. Sekarang Pusdatin Depkes sudah membangun jaringan yang akan mempersatukan program2 tersebut melalui jaringan tersebut. Tentang isinya, merupakan tanggungjawab dinkes provinsi bersama UPT dan swasta, kab/kota bersama UPT dan swasta. Solusinya menurut saya : harus melakukan pencatan sistem record, supaya update mudah, pengolahan sesuai permintaan tdk sulit dll.

  4. niat tak berbuat apa-apa … mimpi kali ya….namanya.
    pokoknya ini mirip telor dulu…. ayam dulu…telor dulu…ayam dulu…tak ada yang tahu, jadi enaknya langsung bertindak, lalu perbaiki macetnya saja…yang baiknya kalo bisa dilebihkan ya… genjot lagi.
    kura-kura begitu…. kira-kira juga begicuh….
    hehee
    Salim

  5. Langsung bertindak juga tidak baik, ingat tidak apa yang dilakukan tahun 2006 ? Langsung menggenjot dayung sepeda itu dengan kencang, tapi ternyata rantai sepeda itu hanya untuk satu kilometer. Setelah itu pendayung sepeda tsb tak dapat mendayung sepeda karena rantainya putus. Sementara semangat2nya mendayung, tidak bisa melakukan apa2 karena pendayung tersebut tdk punya keahlian untuk menyambung rantai sepeda.
    Disitulah perlunya dimulai denga niat, kemudian direncanakan dengan baik, dirembukkan dengan pendayung, dan yang punya keahlian di bagian2 sepeda tadi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah pabrik sepeda dan pengusaha sepedanya.
    Insya Allah awal 2009, kita harus merembukkan, apakah memperbaiki macetnya atau memulai……
    Jika kita memperbaiki macetnya, dimulai dari mana dan sampai di mana. Harus disusun memang secara rinci tahap demi tahap yang mana kita harus laksanakan. Terima kasih komentanya, komentar diatas merupakan motivasi bagi kami. Jangan pernah berhenti berkomentar untuk kami.

  6. Jangan suka memulai yang baru… itu kurang baik. Ibarat RT nanti kwain melulu… hehee.
    Buat SulselKU, …
    bukan hanya kesehatan gratis,
    Atao pendidikan gratis…
    tapi juga sudah tersedia…
    sepeda gratis…
    Pak. (Pokoknya OK)
    Asik khan…?
    Sekarang mari berlomba sepeda. ajak siapa mau ikutan… Gratis naik sepeda sampai kapanpun….

    Sebuah lagu berjudul :
    Naik Kereta angin (bukan kereta Api)

    Naik kereta angin tut…tut…tut
    Siapa mau ikut.
    ke Bandung Susabaya
    Bolehlah naik dengan percuma
    Ayo …kawanku lekas naik
    Sepedaku tak berhenti…lari.

  7. he….he….

  8. Mana kemudahan dibolak-balik SIKNAS ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: