MENGURANGI FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG….

p1014650Saat ini, penulis masih ingin menuliskan tentang jantung sebagai salah satu informasi kesehatan. Pada terbitan sebelumnya, penulis telah menceritakan bagaimana hebatnya kerja sebuah jantung dan bagaimana kita harus merawatnya. Kali ini, penulis ingin membagi informasi lagi khusus tentang penyakit jantung koroner.

Di Indonesia, telah terjadi transisi epidemiologi, dimana kasus-kasus penyakit menular saat ini sudah diikuti pula dengan peningkatan kasus-kasus penyakit tidak menular, yang mana penyakit tidak menular yang menjadi pembunuh utama saat ini adalah penyakit jantung, yang lebih khusus lagi adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Menurut para ahli jantung, ada 2 faktor penyebab PJK, yaitu faktor yang ada di luar kendali kita dan faktor yang ada dalam kendali kita. Faktor di luar kendali kita antara lain: faktor keturunan, usia dan jenis kelamin. Dari faktor keturunan, bila ada salah satu anggota keluarga kita, entah itu orang tua, kakek/nenek atau saudara yang terkena PJK, maka kita mempunyai kemungkinan terkena PJK juga, dari faktor usia, makin tua maka risikonya makin bertambah besar, dari jenis kelamin, laki-laki mempunyai peluang/kemungkinan terkena PJK 2x lebih besar dari wanita. Faktor-faktor ini berada diluar kendali kita dan tidak bisa diubah.

Faktor yang ada dalam kendali kita ternyata jauh lebih banyak daripada faktor yang ada diluar kendali kita. Faktor yang ada dalam kendali kita ditentukan oleh pola makan, sikap, dan kebiasaan kita. Ada 5 faktor yang menentukan.

Pertama, rekreasi dan olahraga. Rekreasi dan olahraga membantu mengurangi stres sehingga memperkecil risiko terkena PJK. Orang yang senang bekerja keras, dalam jangka waktu yang panjang, dan jarang berolahraga dan rekreasi punya kemungkinan terkena PJK lebih besar. Orang yang bisa mengatur keseimbangan antara bekerja, berolahraga, dan rekreasi kemungkinan terkena PJK lebih kecil.

Kedua, kebiasaan merokok. Makin banyak rokok yang di isap makin besar peluang risiko terjadinya PJK.

Ketiga, tekanan darah. Makin tinggi tekanan darah bawah (diastolik) risikonya makin besar.

Keempat, berat badan. Makin banyak kelebihan berat badan kita, makin besar risikonya. kalau berat badan kelebihan 2-5 kg, risiko terkena PJK 2x lipat, jika kelebihan 20 kg atau lebih maka risiko terkena PJK menjadi 5x lipat.

Kelima, kadar kolesterol. Ada 2 faktor yang bisa diamati. Yang pertama, kadar kolesterol dalam darah; jika dibawah 200mg/dl, risiko terkena PJK sangat kecil. Makin tinggi kadar kolesterol kita makin besar risikonya. Yang kedua, kadar kolesterol dikurangi LDL; jika dibawah 130mg/dl, risiko terkena PJK sangat kecil. Makin tinggi kadar kolesterol dikurangi LDL, makin besar risikonya.

Sebagai seorang kesehatan masyarakat, kita tahu bersama bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebenarnya, kita bisa memperkecil risiko terkena PJK dengan mengatur pola makan dan membentuk gaya hidup baru (new life style). Makanan, minuman, dan apapun yang kita masukkan dalam tubuh berperan penting bagi kesehatan kita. Kita akan menjadi seperti yang kita makan. Kalau kita makan makanan yang bergizi dan lengkap, kita akan sehat. Kalau kita makan makanan secara sembrono dan asal-asalan tubuh kita akan seperti keranjang sampah dan kita akan mudah jatuh sakit. Oleh karena itu, penerapan pola atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mutlak dibangun dari diri sendiri.

Preventive is better than currative, ok….good luck

3 Tanggapan

  1. Di salah satu sisi ” Sebenarnya bijak memang keputusan MUI mengharamkan rokok” soalnya sekencang apapun sosialisasi kita tentang bahaya rokok bagi jantung sampai gambar2 kondisi jantung & paru-paru dalam tubuh manusia perokok yang menyerupai ” Alien “mengerikan yang di tampilkan Subdin Promkes di salah satu dinding kantor kita, ga juga menyurutkan instin saudara2 kita untuk berhenti merokok……kami tunggu edisi ke 3 nya ya……..sesibuk apapun nulis jalan terus….Why Not !!!…..Siapa Takut Gitu Loh !

  2. minta kiriman tentang faktor resiko penyakit tidak menular secara komplit meliputi seluruh penyakit tidak menular

  3. ass, Yth, kepala dinas sekayu.

    didesa kami banyak sekali kekurangan dari phbs.dan di tambah lagi dengan keadaan lingkungan yang kurang mendukung,di desa kami banyak sekali kekurangan dari faktor yang menunjang dari kelancaran phbs. seperti jamban yang tidak ada d rumah rumah penduduk,terkadang mereka sering sembarang tempat untuk melalukan BAB , air bersih, terkadang di desa ini sering sekali mengunakan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.kalau orng mengerti air hujan itu bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh kita. seperti tulang keropos, kulit badan juga bisa berpengaruh dari air hujan,spt akan memyebabkan gatal2 pada kulit, dsb….dan masih banyak sekali yang perlu di benahi di desa kami ini..sallam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: