Waspada dengan penyakit “nosokomial”

Rumah sakit berfungsi sebagai tempat pengobatan penyakit, tetapi juga merupakan sumber dari berbagai jenis penyakit, sehingga kerap diingatkan agar anggota masyarakat tidak membesuk pasien yang tengah dirawat inap dengan membawa anak kecil, karena kondisi bakteri yang berterbangan di lingkungan rumah sakit sangat membahayakan orang sehat.

Namun kenyataannya, banyak masyarakat yang berdatangan bersama keluarganya membesuk, termasuk membawa anak balita ketika membesuk pasien, bahkan mereka ikut menginap dengan menggelar tikar di lantai rumah sakit. Pihak rumah sakit tidak melarangnya. Kalau penyakit yang diderita karena ditularkan/ di dapatkan di rumah sakit, baik itu karena penularannya melalui orang2 sakit ataupun karena kondisi rumah sakit, penyakit itulah yang disebut penyakit “nosokomial”.

Di Makassar misalnya, tidak ada rumah sakit yang melarang anak2 masuk dalam lingkungan rumah sakit, apalagi pembesuk orang dewasa, biasanya dibiarkan bergerombol masuk dan bahkan menginap bersama dengan pasien. Idealnya, para pembesuk, terutama yang tempat tinggalnya jauh sebaiknya tidur di penginapan, sedangkan kegiatan membesuk pasien bisa dilakukan hanya pada waktu tertentu sesuai dengan yang dijadwalkan pihak rumah sakit.

Kualitas bakteri di rumah sakit lebih ganas dibanding yang umum karena sebelumnya telah berkompetisi secara alami dengan bakteri lainnya, sehingga memiliki keunggulan dan berhasil hidup mengalahkan bakteri lain.

Oleh sebab itu, proses pengobatan atau penyembuhan penderita penyakit nosokomial, tidak bisa dilakukan seperti pasien biasa, melainkan memerlukan proses perawatan khusus. Karena itu, para dokter, perawat serta bidan maupun para medis yang bertugas di rumah sakit tergolong kalangan komunitas yang sangat rawan tertular penyakit.

Itulah sebabnya, mereka sering menjalani pemeriksaan umum atau “general check up”, dengan jaminan kesejahteraannya lebih tinggi dibandingkan pekerja di kantor yang tidak beresiko tertular penyakit.

3 Tanggapan

  1. ada satu rumah sakit swasta Lurahmay namanya, sampai sekarang masih konsis melakukan pengawasan ketat tentang jam besuk pengunjung, dan luar biasa proteknya sampai mengusir pasien yang pembesuknya tidak mengikuti aturan yang ada…andai saja semua rumah sakit begitu mungkin penyakit yang digambarkan itu bisa di cegah, soalnya ngeri juga membayangkan kejadian itu setelah membaca tulian ini.

  2. Salam kenal pak salim. Berbicara mengenai nosokomial memang tragis. mengapa? karena antisipasi dari pihak rumah sakit mengenai masalah ini memang tergolong minim. Bibit penyakit berserakan di setiap sudut rumah sakit. Dan apa tindakan dari Rumah Sakit? mereka memang memasang alat deteksi dan penyaringan, namun pemeliharaannya kurang. dapat kita lihat kusamnya kisi-kisi jendela dan AC rumah sakit oleh debu. Apakah itu bukan pembawa bakteri? berapa kalikah pembersihan dilakukan pihak rumah sakit terhadap ventilator selama seminggu? Jika saja pihak RS mau “berkaca” dengan mengadakan riset terhadap kebersihan lingkungannya dengan tes sederhana “steril swab” mungkin mereka akan malu dengan keberadaan bakteri yang begitu beragam dan mengerikan “berserakan” dengan bebas menempel di setiap sudut kamar dan ruang rumah sakit. dan mungkin memang mereka telah terbiasa dengan kondisi seperti itu dan “berkawan” dengan segala macam penyakit yang ada disitu? Mohon pencerahannya pak!!

  3. bener pak,saya jadi ngeri membayangkan gambaran bapak tentang kondisi rumah sakit sekarang, semua bibit-bibit unggul bakteri pada ngumpul di rumah sakit siap menyantap pasien dan pengunjung pasien,memang pencerahan sangat perlu dan secepatnya kita lakukan…kami sementara menjajaki itu pak …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: