Derajat Kesehatan di Sulsel tahun 2008

angkaUntuk menggambarkan derajat kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Angka Kematian (Mortalitas)
a. Angka Kematian Bayi (AKB)
AKB di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukan adanya penurunan dari tahun ke tahun yaitu 55 per 1000 kelahiran hidup tahun 1996, menjadi 52 per 1000 kelahiran hidup tahun 1998, kemudian pada tahun 2003 menjadi 47 per 1000 kelahiran hidup (Surkesnas 2002-2003), sedangkan situasi pada tahun 2007, tercatat AKB di Sulsel sebesar 41 per 1000 kelahiran hidup (SDKI, 2007) namun masih lebih tinggi dari pencapaian secara nasional yakni 35 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan kematian bayi yang dilaporkan oleh Subdin Kesga Dinkes Provinsi Sulsel tahun 2008 sebesar 7,12 per 1000 kelahiran hidup (data ini hanya yang terlaporkan pada sarana kesehatan).

b. Angka Kematian Balita (AKABA)
Angka Kematian Balita (BALITA) di Sulawesi Selatan masih berfluktuasi yakni pada tahun 2000 sebesar 42,16 per 1000 kelahiran hidup, kemudian tahun 2001 sebesar 64 per 1000 kelahiran hidup dan pada tahun 2002-2003 mencapai 72 per 1000 kelahiran hidup, sementara situasi pada tahun 2007 tercatat AKABA di Sulsel sebesar 53 per 1000 kelahiran hidup, hal ini sudah berada di bawah rata-rata nasional yaitu 46 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan laporan kematian BALITA dari Subdin Kesga Dinkes Provinsi Sulsel tahun 2008 sebesar 0,15 per 1000 kelahiran hidup.

c. Angka Kematian Ibu (AKI)
Angka Kematian Ibu (AKI) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu ibu melahirkan dan masa nifas.
Angka Kematian Ibu (AKI) telah mengalami penurunan, hal ini terlihat dari 425 per 100.000 kelahiran hidup (1992) menjadi 373 per 100.000 kelahiran hidup dan menurun menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2003 dan menurun lagi menjadi 248 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2007). Sedangkan laporan dari Subdin Kesga Dinkes Provinsi Sulsel pada tahun 2008 menunjukkan kematian bayi sebesar 97,12 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematiannya rata-rata disebabkan oleh sebab langsung seperti perdarahan, eklamsi, infeksi, dan lainnya.

2. Angka Kesakitan (Morbiditas)
a. Penyakit Menular
Angka kesakitan yang dilaporkan oleh Subdin P2PL Dinkes Prov. Sulsel pada tahun 2008 masih didominasi oleh penyakit–penyakit menular antara lain:

1) Penyakit Malaria
Situasi penderita malaria di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 yang ditemukan positif menderita Malaria sebanyak 1.755 orang (36,68%) dari 4.785 sediaan darah yang diperiksa atau 56,74% dari jumlah klinis yang dilaporkan (8.433 kasus). Bila dibandingkan tahun 2007 maka telah terjadi peningkatan kasus sebesar 4.964 kasus. Adapun kabupaten dengan kasus tertinggi adalah Kab. Selayar, Bulukumba, dan Soppeng (sama dengan tahun 2007).

2) Penyakit HIV/AIDS
Situasi pengidap HIV dan penderita AIDS di Sulawesi Selatan sampai dengan bulan Desember 2008 tercatat bahwa penderita AIDS sebanyak 107 orang dan HIV sebanyak 419 orang. Pengidap HIV/AIDS tersebut terdiri dari 403 orang (laki-laki) dan 123 orang (perempuan). Kelompok umur yang paling banyak ditemukan yaitu kelompok umur 25-34 tahun (46,19%), kemudian kelompok umur 15-24 tahun (39,16%), kelompok umur 35-44 tahun (12,36%), dan 45 tahun (0,2%). Jika dilihat dari faktor risiko, maka pengidap HIV/AIDS di Sulawesi Selatan terjangkit karena idus (61,59%), hetero (28,71%), homo (7,03), tidak diketahui (1,5%), perinatal (0,76%) dan donor darah terinfeksi (0,38%).

3) Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Situasi kasus DBD di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 3.390 kasus dengan angka kematian (CFR : 0,83%) terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2007 yaitu sebanyak 2.734 kasus (CFR=1,10%). Terjadi peningkatan kasus jika dibandingkan pada tahun 2007 yaitu 2.734 kasus dengan CFR (1,10%). Kabupaten/kota dengan kasus tertinggi pada tahun 2008 adalah Kab. Bone sebanyak 668 kasus (CFR=0,60%), Bulukumba sebanyak 339 kasus (CFR=0), Pinrang sebanyak 263 kasus (CFR=3,42%), Kota Makassar sebanyak 262 kasus (CFR=1,15%), dan Kab. Gowa sebanyak 217 kasus (CFR=0,92%).
4) Penyakit Tuberculosis
Penderita TB paru yang dilaporkan di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 1.626 suspek (penemuan baru=1.167 orang dan lama=17 orang), dengan angka kesembuhan sebesar 61,5%. Bila dilihat menurut tempatnya, jumlah suspek terbanyak ditemukan di Kota Makassar (16,48%), Gowa (4,79%), Wajo (3,94%), Takalar (3,38%) dan Soppeng (2,34%).

5) Penyakit Kusta
Penderita kusta yang dilaporkan di Sulawesi Selatan pada tahun 2007 sebanyak 1.351 orang yang terdiri dari 224 penderita type PB dan 1.127 type MB. Sementara untuk tahun 2008, jumlah penderita Kusta yang terdaftar sebanyak 1.148 orang yang terdiri dari 117 penderita type PB dan 1.031. Terjadi penurunan penemuan penderita sebesar 17,68% jika dibandingkan dengan jumlah penderita pada tahun 2007. Jumlah penderita 3 (tiga) kabupaten/kota terbanyak ditemukan di Kab. Bone sebanyak 181 orang (15,76%), Kota Makassar sebanyak 163 orang (14,19%), dan Kab. Jeneponto sebanyak 91 orang (7,9%).

6) Penyakit Typhoid
Penderita typhoid yang dilaporkan di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 20.088 dengan CFR 0,01%. Jumlah penderita 3 (tiga) kabupaten/kota terbanyak ditemukan di Kab. Gowa sebanyak 2.391 orang (11,9%), Kota Makassar sebanyak 2.097 orang (10,4%), dan Kab. Enrekang sebanyak 1990 orang (9,91%).
7) Penemuan Penderita Diare
Penemuan penderita diare yang dilaporkan di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 200.389 kasus dengan target 322.739 (62,09%). Kabupaten/kota dengan persentase penemuan terkecil yaitu Jeneponto (21,43%), Luwu (33,05%), dan Maros (33,11%).

b. Penyakit tidak Menular
Sementara itu untuk kasus-kasus penyakit tidak menular, cenderung diakibatkan oleh karena semakin meningkatnya arus globalisasi di segala bidang, yang telah banyak membawa perubahan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat termasuk dalam pola konsumsi makanan keluarga. Perubahan tersebut tanpa disadari telah memberi pengaruh terhadap terjadinya transisi epidemiologi dengan semakin meningkatnya kasus-kasus penyakit tidak menular seperti Penyakit hypertensi, diabetes, gangguan kecelakaan, stroke, obesitas, stroke dan sebagainya.
Pada tahun 2008, 5 (lima) urutan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaporkan di Sulawesi Selatan berdasarkan tempat dan jenis pelayanan seperti berikut :
1) Puskesmas Rawat Inap; dilaporkan (1)kecelakaan lalu lintas [69 kasus], (2)Hypertensi [25 kasus], (3)asma [15 kasus], (4)Stroke [6 kasus], dan (5)obesitas [6 kasus].
2) Puskesmas Rawat Jalan; dilaporkan (1)hypertensi [55.922 kasus], (2)kecelakaan lalu lintas [15.572 kasus], (3)asma [12.908 kasus], (4)osteoporosis [1.151 kasus], dan (5)struma [864 kasus].
3) Rumah Sakit Rawat Inap; dilaporkan (1)kecelakaan lalu lintas [3.842 kasus], (2)hypertensi [2.221 kasus], (3)diabetes mellitus [1.495 kasus], (4)stroke [738 kasus], dan (5)osteoporosis [199 kasus].
4) Rumah Sakit Rawat Jalan; dilaporkan (1)diabetes mellitus [15.244 kasus], (2)hypertensi [9.779 kasus], (3)kecelakaan lalu lintas [9.354 kasus], (4)asma [2.531 kasus], dan (5)stroke [398 kasus].

d. Status Gizi
Situasi status gizi di Sulawesi Selatan tahun 2008 tercatat sebagai berikut: Presentase bayi dan BALITA yang memperoleh vitamin A 2 (dua) kali sebesar 87,94%, cakupan vitamin A pada Bufas sebesar 57,31%, cakupan Fe1 pada Bufas (71,28%), Cakupan Fe3 pada Bufas (57,25%).
Sedangkan kasus gizi buruk tanpa gejala klinis pada BALITA sebanyak 883 orang (…%), meninggal sebanyak 10 orang (1,13%). Jika dilihat berdasarkan lokasi, Kab. Takalar merupakan Kab/Kota yang mempunyai kasus paling tinggi yaitu sebanyak 263 orang (29,78%), kemudian Enrekang sebanyak157 orang (17,78%), dan Maros sebvanyak 100 orang (11,32%).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: