Analisis kecukupan tenaga kesehatan di Sulsel

Tenaga3Tenaga kesehatan merupakan bagian terpenting dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan. Peningkatan kualitas harus menjadi prioritas utama mengingat tenaga kesehatan saat ini belum sepenuhnya berpendidikan D-III serta S-1 sedangkan yang berpendidikan SPK serta sederajat minim terhadap pelatihan tehnis, hal ini juga berkaitan dengan globalisasi dunia dan persaingan terhadap kualitas ketenagaan harus menjadi pemicu. Bila peningkatan kualitas dapat dijalankan secara bertahap maka peningkatan pelayanan kesehatan akan dapat tercapai.

1. Jenis Tenaga Kesehatan Berdasarkan Rasio Penduduk

Untuk melihat kecukupan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan di antaranya digunakan indikator rasio tenaga perawat Puskesmas per puskesmas dan rasio tempat tidur di rumah sakit terhadap perawat yang bertugas di rumah sakit. Pada tahun 2008, rasio tenaga perawat puskesmas per puskesmas adalah 8,7. Hal ini berarti bahwa setiap puskesmas rata-rata mempunyai 8 orang perawat, sedangkan rasio tempat tidur di rumah sakit umum terhadap perawat yang bertugas di rumah sakit adalah 1,00 jadi rata-rata setiap perawat di rumah sakit melayani 1 tempat tidur.
Rasio masing-masing tenaga kesehatan di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 yaitu (1)rasio dokter spesialis sebesar 9,02 per 100.000 penduduk, artinya melibihi 210 dokter spesialis berdasarkan standar yaitu hanya 6 dokter spesialis dalam 100.000 penduduk. (2)rasio dokter umum 12,06 per 100.000 penduduk, artinya masih membutuhkan 2.172 dokter umum lagi di Sulsel berdasarkan standar yaitu 40 dokter umum dalam 100.000 penduduk. (3)rasio dokter gigi sebesar 5,16 per 100.000 penduduk, artinya masih membutuhkan 454 dokter gigi di Sulsel jika berdasarkan standar kebutuhan yaitu 11 per 100.000 penduduk. (4) rasio perawat sebesar 99,64 per 100.000 penduduk yang berarti bahwa masih membutuhkan tenaga perawat di Sulsel sampai dengan tahun 2008 sebanyak 1.388 orang perawat lagi jika berdasarkan standar yaitu 117 per 100.000 penduduk. (5)rasio bidan sebesar 36,02 per 100.000 penduduk yang berarti bahwa masih membutuhkan 4.973 tenaga bidan lagi di Sulsel sampai dengan tahun 2008 jika berdasarkan standar yaitu 100 bidan per 100.000 penduduk. (6)rasio tenaga kefarmasian sebesar 8,5 per 100.000 penduduk, ini berarti membutuhkan tenaga sebanyak 120 orang lagi jika berdasarkan standar yaitu 10 per 100.000 penduduk. (7)rasio tenaga gizi sebesar 8,84 per 100.000 penduduk, artinya di Sulsel sampai tahun 2008 masih membutuhkan tenaga gizi sebanyak 1.023 orang jika berdasarkan standar yaitu 22 orang per 100.000 penduduk. (8)rasio tenaga kesehatan masyarakat sebesar 16,3 per 100.000 penduduk, artinya Sulsel masih membutuhkan tenaga kesehatan masyarakat sebanyak 1.842 jika berdasarkan satandar yaitu 40 orang per 100.000 penduduk. (9)rasio tenaga sanitasi sebesar 5,96 per 100.000 peduduk, artinya Sulsel masih membutuhkan 2.654 tenaga sanitasi jika berdasarkan standar yaitu 40 per 100.000 penduduk. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel. 1. Rasio dan Kebutuhan Tenaga Kesehatan berdasarkan Jenis Tenaga di Sulawesi Selatan Tahun 2008

tenaga1

Sumber : Profil Kesehatan Sulsel 2008

2. Proporsi Tenaga Kesehatan berdasarkan Kategori

Tenaga kesehatan berdasarkan kategori di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 yaitu (1)perawat dan bidan sebesar 63,61% yang terdiri dari alumni SPK, D3 dan S1 keperawatan, (2)medis sebesar 12,13% yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi dan dr/drg spesialis, (3)Kesmas sebesar 7,63% yang terdiri dari SKM, M.Kes dan MPH, (4)teknologi medis sebesar 5,89% yang terdiri dari analis, elektro medik, penata rontgen, penata anestesi, dan fisioterapi, (5)gizi sebesar 4,14% yang terdiri dari SPAG, AKZI, D3 Gizi, (6)farmasi sebesar 3,96% yang terdiri dari apoteker dan asisten apoteker, (7)sanitasi sebesar 2,74% yang terdiri dari SPPH, APK dan D3 Kesling.
Gambaran ketenagaan diseluruh katagori di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 terlihat bahwa tenaga perawat dan bidan yang mendominasi ketenagaan kesehatan, dapat dilihat pada gambar 5.

Tenaga2

Gbr.2.Proporsi tenaga kesehatan menurut kategori di Sulsel Tahun 2008

3. Persebaran Tenaga Kesehatan menurut Unit Kerja

Tenaga kesehatan yang terdistribusi pada berbagai institusi kesehatan di Sulawesi Selatan pada tahun 2008, terserap paling banyak pada Puskesmas (termasuk Pustu dan Polindes) 50,07% kemudian RS 42,43%, lalu Dinkes Kab/Kota sebesar 5,37 %, Dinkes Provinsi sebesar 1,30%, institusi kesehatan lainnya (termasuk swasta) sebesar 0,50%, dan yang terkecil yaitu pada institusi pendidikan/ Pelatihan hanya 0,34% atau dapat dilihat pada gambar 6.

Tenaga3

Gbr.2. Proporsi tenaga kesehatan menurut unit kerja di Sulsel Tahun 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: